Program tersebut mendorong pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, pengolahan sampah organik, penguatan bank sampah, serta peningkatan kolaborasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Rida menilai pendekatan tersebut menunjukkan kepemimpinan yang mampu mengubah paradigma masyarakat bahwa sampah bukan lagi menjadi beban, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung kelestarian lingkungan.
"Inilah kepemimpinan yang mampu menggerakkan masyarakat, mengubah cara pandang, dan menjadikan setiap warga sebagai agen perubahan," ujarnya.
Ia menambahkan, kedua proyek perubahan tersebut menjadi laboratorium kepemimpinan yang menguji kemampuan peserta dalam menganalisis persoalan strategis, merancang solusi inovatif, serta memastikan perubahan dapat diterapkan secara efektif dan berkelanjutan di lingkungan kerja masing-masing.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Payakumbuh, Dafrul Pasi, mengatakan Pemerintah Kota Payakumbuh mengikutsertakan dua ASN dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan III Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.
Menurutnya, salah satu tahapan penting dalam pelatihan tersebut adalah Seminar Aksi Perubahan yang menjadi forum bagi setiap peserta untuk mempresentasikan sekaligus menunjukkan kesiapan dalam mengimplementasikan proyek perubahan di instansi masing-masing.