Beranda Edukasi Pemetaan DNA Untuk Membedah Bakat Siswa

Pemetaan DNA Untuk Membedah Bakat Siswa

0
Pemetaan DNA

Peta potensi yang dihasilkan dari algoritma AI itu bukan sekadar data statistik. Ia menjadi fondasi hidup yang menggerakkan roda pendidikan di Sekolah Rakyat.

Pemetaan itu  dasar penyusunan kurikulum yang bersifat personal bagi setiap anak. Kurikulum tersebut dijalankan oleh guru-guru tersertifikasi dan diperkuat oleh pembinaan karakter melalui figur wali asuh dan wali asrama.

Untuk mendukung proses belajar, sistem Learning Management System (LMS) dengan laptop sebagai media utama diterapkan, sementara penggunaan telepon genggam dibatasi secara ketat. Tentunya perangkat digital ini didukung oleh jaringan sinyal internet yang mumpuni. Sejak awal Kementerian Komunikasi dan Digital beserta operator telekomunikasi menyokong fasilitas digital di Sekolah Rakyat. 

Sebagai bagian dari strategi nasional pengentasan kemiskinan melalui pendidikan, Sekolah Rakyat yang telah beroperasi di 166 titik ini, memastikan pengawasan dan pemenuhan kebutuhan dasar siswa selama 24 jam lewat sistem asrama.

Setiap anak juga mendapat jaminan kesehatan melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta makan bergizi seimbang tiga kali sehari ditambah dua kali makanan selingan.

Inovasi itu tidak lahir dari ruang hampa. Pemerintah mendapat dukungan penuh dari pakar pengembangan sumber daya manusia, Ary Ginanjar Agustian, serta melibatkan tim formatur yang berisi para pakar pendidikan dan kolaborasi dengan sekolah swasta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait