Beranda Edukasi Pemetaan DNA Untuk Membedah Bakat Siswa

Pemetaan DNA Untuk Membedah Bakat Siswa

0
Pemetaan DNA

Ada hal yang menarik. Pada kesempatan itu, Mensos Saifullah Yusuf memperkenalkan Sekolah Rakyat dengan inovasi mutakhir: tes DNA talenta berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI). Aplikasi tersebut didesain untuk memetakan potensi bawaan setiap siswa sejak mereka pertama kali menginjakkan kaki di lembaga pendidikan tersebut.

Kebijakan itu hadir sebagai jawaban atas absennya tes akademik konvensional dalam proses penerimaan peserta didik. “Hasil tes DNA talenta membantu kami memahami potensi anak sejak awal sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan bakat dan minat masing-masing siswa,” tegasnya.

Pendekatan DNA Talent Mapping itu kunci untuk memastikan tidak ada lagi bakat yang terpendam karena terhalang standar penilaian akademik yang kaku.

Data awal yang terkuak dari pemindaian AI tersebut pun menarik. Sejumlah 1.828 siswa teridentifikasi memiliki potensi gemilang di bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM).

Dari angka itu, 1.204 anak menunjukkan bakat kuat di ranah teknik seperti mekanik, teknisi otomotif, insinyur sipil, operator industri, hingga arsitek. Sementara itu, peta bakat juga mengungkap 1.938 siswa (39,6 persen) berpotensi di bidang sosial, 1.123 siswa (23,0 persen) di bidang bahasa, dan 8.860 siswa (16 persen) yang memiliki naluri kuat di bidang penegakan hukum seperti notaris, hakim, tentara, polisi, dan pengacara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait