Sebagai catatan juga, ruling ini adalah kekalahan besar bagi kebijakan perdagangan Trump, namun masih ada pertanyaan tentang bagaimana tarif yang sudah dikumpulkan (miliaran dolar) akan ditangani, termasuk kemungkinan pengembalian dana kepada importir.
Pembatalan ini berlaku untuk tarif yang dilakukan di bawah IEEPA, tapi pemerintahan masih bisa mencoba menetapkan tarif lain menggunakan dasar hukum yang berbeda (misalnya undang-undang perdagangan tertentu yang memang memberikan wewenang Kongres).
Selain sentimen soal pembatalan tarif, kenaikan harga emas juga tetap didukung oleh data ekonomi AS yang melemah. Pertumbuhan PDB kuartal IV hanya 1,4%, sementara inflasi inti PCE justru naik ke 3%, membuat arah kebijakan The Fed kembali tidak pasti.
Di sisi lain, ermintaan aset safe haven masih kuat di tengah peningkatan kehadiran militer AS di Timur Tengah dan ancaman balasan dari Iran, yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
Meski permintaan fisik dari Asia masih cenderung sepi pasca Lunar New Year, emas tetap berada di jalur penguatan mingguan.
Kombinasi ekonomi yang melambat, inflasi yang masih lengket, serta tensi geopolitik membuat emas terus mendapat dukungan, bahkan saat The Fed terbelah dan klaim pengangguran masih relatif rendah di 206 ribu. dilansir cnbcindonesia.com