“Selamat dan apresiasi tertinggi kepada para inovator beserta seluruh tim pendukung yang telah mengharumkan nama Kota Payakumbuh melalui karya-karya inovatif. Semoga inovasi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi solusi terhadap berbagai persoalan dan isu yang berkembang di tengah masyarakat,” ujar Zulmaeta.
Ia mendorong para inovator terus mengembangkan kreativitas dan menghasilkan karya yang berdampak bagi masyarakat.
“Teruslah berkreativitas dan berinovasi tanpa batas untuk kota yang kita cintai,” katanya.
Kepala Bappeda Kota Payakumbuh Syafwal mengatakan capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi inovasi yang berkembang dari kreativitas masyarakat di daerah itu.
Berdasarkan data inovasi Teknologi Tepat Guna yang dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Kota Payakumbuh menghasilkan 68 inovasi sepanjang 2019 hingga 2025. Jumlah tersebut termasuk yang terbanyak dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat.
Menurut Syafwal, pengembangan inovasi perlu diikuti penguatan perlindungan terhadap karya para inovator, salah satunya melalui fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
“Hal yang harus kita kejar tahun depan adalah memfasilitasi Hak Kekayaan Intelektual sebagai bentuk perlindungan terhadap karya cipta para inovator,” ujarnya.
Koordinator Inovasi Kota Payakumbuh Robby Hafanos mengatakan pengembangan inovasi di daerah terus diarahkan berdasarkan riset dan kebutuhan masyarakat.