Dalam operasi pencarian hari ketiga, sebanyak 98 personel SAR gabungan dikerahkan dan dibagi ke dalam empat regu. Unsur yang terlibat meliputi Basarnas, BPBD Kabupaten Halmahera Utara, TNI AD, TNI AL, Polairud, Brimobda, ERT Gosowong, PMI, serta masyarakat setempat.
Selain tiga korban meninggal dunia, sebanyak 15 orang lainnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Korban selamat WNA asal Singapura terdiri dari TYME (laki-laki, 30 tahun), OSS (perempuan, 37 tahun), PL (perempuan, 33 tahun), LHEI (perempuan, 31 tahun), TJYG (perempuan, 30 tahun), LYXV (perempuan, 30 tahun), dan LSD (laki-laki, 29 tahun).
Sementara itu, korban selamat warga negara Indonesia terdiri dari BB (laki-laki, 24 tahun), Y (laki-laki, 23 tahun), S (laki-laki, 26 tahun), A (laki-laki, 22 tahun), H (laki-laki, 26 tahun), FN (perempuan, 27 tahun), RI (perempuan, 29 tahun), serta SJ (laki-laki, 48 tahun).
Dua korban selamat lainnya, yakni RS dan JA, turut membantu tim SAR gabungan dengan memberikan informasi terkait jalur pendakian serta titik terakhir keberadaan para korban sebelum terjadi situasi darurat akibat erupsi.
Proses pencarian pada hari ketiga berlangsung lebih terarah karena tim gabungan telah menandai titik yang diduga lokasi korban tertimbun material pasir vulkanik menggunakan koordinat GPS pada operasi pencarian sehari sebelumnya.