Statistik juga kurang berpihak: hanya Crystal Palace dan West Ham yang lebih banyak kehilangan poin dari posisi unggul daripada Arsenal (tujuh poin) di tahun 2026.
Dari sisi personel, Mikel Arteta masih harus pusing dengan cedera. Martin Odegaard dan Kai Havertz diragukan tampil, sementara Mikel Merino dipastikan absen.
Namun, kabar baiknya, Leandro Trossard dan Bukayo Saka dikonfirmasi fit untuk bermain.
Arteta kemungkinan akan memanfaatkan kelemahan Spurs yang kemungkinan besar akan tampil dengan formasi baru dan belum kompak.
Sorotan akan tertuju pada Eberechi Eze. Gelandang yang memilih Arsenal ketimbang Spurs di musim panas ini, memiliki rekor fantastis melawan Tottenham dengan enam gol dalam empat pertandingan terakhir, termasuk hattrick di kandang Spurs.
Ini bisa jadi panggung yang tepat baginya untuk membuktikan diri.
Prediksi Skor dan Analisis
Laga ini sangat sulit ditebak. Di satu sisi, Spurs dalam krisis dan baru berganti manajer, yang kerap disebut "new manager bounce".
Ditambah lagi, rekor Tudor yang selalu menang di laga perdananya bersama lima klub terakhir bisa menjadi ancaman serius.
Faktor ketidakpastian formasi dan strategi Tudor juga bisa menyulitkan Arsenal yang sudah memiliki pola permainan jelas.