Beranda Film Netflix Digugat Karena Merek Dagang "KPop Demon Hunters"

Netflix Digugat Karena Merek Dagang "KPop Demon Hunters"

Merek yang telah dibangun Hyde Lane dengan cermat selama seperempat abad terakhir kini menghadapi krisis eksistensial.

0
Grup Band Demon Hunter menggugat Netflix (Instagram: Demon Hunter)

CARAPANDANG - Band metal asal Amerika Serikat, Demon Hunter, secara resmi menggugat raksasa streaming Netflix atas dugaan pelanggaran merek dagang yang terkait dengan film animasi populer mereka, "KPop Demon Hunters".

Gugatan diajukan oleh perusahaan di balik band tersebut, Hyde Lane, di Pengadilan Distrik California Tengah pada Selasa (18/8/2026).

Dalam gugatannya, Demon Hunter yang telah berkarya selama 25 tahun menuding Netflix, Netflix Studios, dan promotor konser AEG Presents telah menciptakan "kebingungan besar" di kalangan konsumen serta melakukan persaingan usaha tidak sehat.

Inti masalahnya adalah penggunaan nama "Demon Hunters" yang dinilai hampir sepenuhnya tumpang tindih dengan identitas dan produk yang telah mereka bangun selama seperempat abad, terutama setelah Netflix mengumumkan rencana tur konser global untuk film tersebut.

Band ini mengklaim telah memiliki hak merek dagang "Demon Hunter" untuk pertunjukan live sejak 2014 serta untuk musik rekaman dan merchandise sejak 2022.

Sementara itu, Netflix baru mendaftarkan merek "KPop Demon Hunters" untuk merchandise pada Agustus 2025.

Sebagai bukti kebingungan konsumen, kuasa hukum Demon Hunter menyertakan sejumlah contoh nyata, seperti:

· Seorang penggemar yang menghabiskan 500 dolar AS untuk tiket konser Demon Hunter di Albany, New York, karena mengira itu adalah pertunjukan "KPop Demon Hunters" yang ramah anak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait