Beranda Inspirasi Lima Langkah Untuk Melewati Musibah Berat

Lima Langkah Untuk Melewati Musibah Berat

Manusia yang paling kuat keterikatannya dengan Tuhan adalah para nabi. Manusia yang paling kuat keyakinan dan kepercayaannya dengan janji Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah para nabi

0
nabi Yaqub , dalam menghadapi musibah dengan kesabaran

Orang-orang di sekitar beliau mengingkari kesedihan beliau terhadap Yusuf dan menyatakan bahwa kesedihan itu dapat menjerumuskan beliau ke dalam kebinasaan. Mereka berkata, “Demi Allah, engkau tidak henti-hentinya mengingat Yusuf sehingga engkau (mengidap) penyakit berat atau engkau termasuk orang-orang yang akan binasa (wafat).” (QS. Yusuf: 85).

Namun beliau hanya menjawab mereka dengan berujar: “Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Yusuf: 86). Qatadah menjelaskan: “Dulu Nabi Ya’qub hanya menyimpan kesedihannya dalam dadanya, dan tidak mengucapkan ucapan kecuali yang baik.”

Bertahun-tahun Nabi Ya’qub Alaihissalam menjalani hidup dengan kesedihan mendalam. Seorang ulama tafsir mengatakan: “Itu selama 40 tahun, kendati demikian, tidak pernah terdengar dari beliau satu kalimat keluh kesah atau kemurkaan. Beliau hanya mencurahkan kesedihan dan aduannya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Demikianlah selayaknya sikap orang beriman bersama kesabaran, dan sikap yang lebih sempurna lagi adalah dengan ridha kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan memahamkan diri bahwa pilihan Allah Subhanahu Wa Ta’ala itu lebih baik daripada pilihan dirinya sendiri. ‘Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.’ (QS. Yusuf: 86).”

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait