Setelah invasi Rusia ke Ukraina, Jerman mulai meninggalkan pendekatan Wandel durch Handel (perubahan lewat perdagangan) yang selama ini diterapkan terhadap negara-negara otoriter, dan kini cenderung mengadopsi sikap yang lebih konfrontatif.
"Ini adalah bahasa baru dari politik Jerman. Merz tidak hanya mengkritik Iran, tetapi juga secara implisit mengkritik kelemahan AS di bawah Trump. Jerman ingin menunjukkan bahwa Eropa siap mengambil alih kepemimpinan Barat," kata Dr. Lina Schmitz, pakar Timur Tengah dari German Council on Foreign Relations (DGAP).
Hingga berita ini diturunkan, Iran belum memberikan respons resmi lebih lanjut terkait usulan sanksi Eropa dari Merz. Para menteri luar negeri negara-negara E3 (Prancis, Jerman, Inggris) dijadwalkan bertemu di Paris pada Kamis (29/4/2026) untuk membahas sikap bersama terhadap krisis Iran.