CARAPANDANG - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menetapkan target realisasi investasi pada tahun 2026 sebesar Rp2.175,2 triliun. Target ini naik sekitar 14 persen dari realisasi investasi tahun 2025 yang mencapai Rp1.931,2 triliun atau 101,3 persen dari target sebelumnya.
"Target di 2026 ini meningkat cukup lumayan. Tahun lalu targetnya Rp1.905,6 triliun, tahun ini diharapkan Rp2.175,2 triliun," ungkap Rosan dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI mengutip Kumparan, Selasa (3/2/2026).
Peningkatan investasi tersebut diharapkan dapat menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi nasional. Rosan menyatakan target tersebut dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai level 6 persen, dari kisaran 5 persen saat ini.
“Diharapkan dengan investasi yang masuk, kita bisa mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen. Inilah kontribusi yang diharapkan dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi,” jelasnya.
Untuk mendukung realisasi target, pemerintah akan memelihara dan mengintegrasikan sistem perizinan berusaha secara elektronik melalui Online Single Submission (OSS).
Sistem yang telah diperkuat dengan PP 28 Tahun 2025 tersebut kini mengintegrasikan perizinan dari 28 kementerian/lembaga.
“Dengan integrasi penuh, kami berharap dapat meningkatkan kredibilitas, akselerasi, dan kepastian perizinan,” tutur Rosan.