CARAPANDANG - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menuding adanya praktik spekulasi dari pihak tidak bertanggung jawab yang turut memperburuk pelemahan nilai tukar rupiah dan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan ini. Pernyataan itu disampaikannya usai mengikuti rapat koordinasi bersama otoritas moneter dan fiskal di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
"Kadang-kadang kan banyak juga yang mohon maaf ya ada nakal-nakalnya, mohon maaf ada spekulan-spekulannya yang tidak disadari itu juga memberi pengaruh gitu terhadap nilai tukar atau terhadap indeks harga saham kita di IHSG kita gitu," ujar Prasetyo dikutip Tribunnews.
Mengutip Tribunnews, meskipun mengakui adanya tekanan dari faktor eksternal global, Prasetyo menilai perilaku pelaku pasar tertentu telah mengganggu performa mata uang dan bursa saham nasional.
Ia mengimbau seluruh pihak, termasuk para pelaku bursa, untuk bersama-sama menjaga stabilitas pasar di tengah situasi ini.
"Memang kita jaga, kita jaga bersama-sama. Termasuk ya misalnya dalam hal bursa begitu ya, banyak juga yang kemudian kita minta juga untuk tetap ikut menjaga bersama-sama," tegasnya.
Sebagai informasi, IHSG mengalami tekanan jual yang signifikan pada penutupan perdagangan Jumat (5/6/2026), di mana indeks anjlok 4,20 persen atau 245,02 poin ke level 5.594,77.