"Keselamatan dan keamanan penjaga perdamaian PBB adalah hal yang tidak dapat dinegosiasikan dan harus ditegakkan setiap saat," tegas Sugiono.
Selain berkomunikasi dengan Sekjen PBB, Sugiono juga melakukan percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Lebanon Yousef Raggi untuk menyampaikan kekhawatiran mendalam Indonesia.
Kedua pihak sepakat untuk berkoordinasi erat dalam merespons peristiwa tersebut sembari mendorong penurunan eskalasi tensi di kawasan.
Prancis turut mendesak diadakannya rapat darurat DK PBB. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengutuk keras serangan tersebut dan menyatakan solidaritasnya dengan Indonesia.
"Prancis mengutuk dengan cara yang paling keras tembakan yang menyebabkan kematian, pada 29 Maret, seorang penjaga perdamaian UNIFIL asal Indonesia dan melukai tiga anggota pasukan lainnya, serta ledakan yang menyebabkan kematian, pada 30 Maret, dua penjaga perdamaian Indonesia lainnya," demikian pernyataan Barrot.