Beranda Edukasi Mengenal Tradisi Meugang di Aceh, Warisan Budaya Menyambut Hari Besar Islam

Mengenal Tradisi Meugang di Aceh, Warisan Budaya Menyambut Hari Besar Islam

Tradisi ini umumnya dilaksanakan satu hingga dua hari sebelum hari besar keagamaan.

0
Ilustrasi (Instagram: kabarsubulusslam)

Selain nilai budaya, Meugang juga memiliki makna religius. Tradisi ini dipandang sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas nikmat rezeki serta sarana mempererat silaturahmi sebelum memasuki bulan Ramadan atau hari raya.

Dalam konteks Idul Adha, Meugang juga menjadi bagian dari persiapan spiritual sebelum pelaksanaan ibadah kurban.

Hingga kini, Pemerintah Aceh menetapkan Meugang sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah yang perlu dilestarikan.

Tradisi ini tetap dijalankan lintas generasi dan menjadi identitas kuat masyarakat Aceh dalam menyambut hari-hari besar Islam.

Meugang bukan sekadar kegiatan memasak dan makan bersama, melainkan cerminan nilai sejarah, agama, dan sosial yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Aceh selama berabad-abad.

Presiden Bantu Rp. 50 Juta/Desa 

Pemerintah pusat menyediakan bantuan daging sapi untuk tradisi meugang menyambut Ramadan 1447 Hijriah/2026 bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh. Alokasi yang disetujui Presiden Prabowo Subianto sebesar Rp50 juta untuk setiap desa yang terdampak.

Seperti dilaporkan Antaranews, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyatakan bahwa minggu lalu, Presiden Prabowo telah setuju memberikan bantuan tersebut.

“Respon dari Pak Presiden minggu lalu sudah setuju memberikan sapi meugang kepada daerah terdampak. Anggarannya Rp50 juta per desa.” Pernyataan itu disampaikan usai memimpin rapat koordinasi penyaluran daging meugang di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (9/2/2026).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait