Beranda Edukasi Mengenal Tradisi Meugang di Aceh, Warisan Budaya Menyambut Hari Besar Islam

Mengenal Tradisi Meugang di Aceh, Warisan Budaya Menyambut Hari Besar Islam

Tradisi ini umumnya dilaksanakan satu hingga dua hari sebelum hari besar keagamaan.

0
Ilustrasi (Instagram: kabarsubulusslam)

CARAPANDANG - Tradisi Meugang menjadi salah satu warisan budaya paling kuat di Provinsi Aceh yang terus dipertahankan hingga saat ini. Meugang merupakan kebiasaan masyarakat Aceh memasak dan menyantap daging sapi atau kerbau menjelang hari-hari besar Islam, seperti Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha.

Tradisi ini umumnya dilaksanakan satu hingga dua hari sebelum hari besar keagamaan. Pada momen tersebut, pasar-pasar tradisional di Aceh dipadati warga yang membeli daging dalam jumlah besar.

Meugang tidak hanya dilakukan oleh keluarga mampu, tetapi juga diupayakan agar masyarakat kurang mampu turut merasakan hidangan daging melalui berbagi dan sedekah.

Secara historis, Meugang telah dikenal sejak masa Kesultanan Aceh Darussalam.

Sejumlah catatan sejarah dan tradisi lisan menyebutkan bahwa para sultan Aceh pada masa lalu memerintahkan penyembelihan hewan ternak dalam jumlah besar untuk dibagikan kepada rakyat, khususnya kaum fakir dan miskin, sebagai bentuk kepedulian sosial dan persiapan menyambut hari besar Islam.

Dalam perkembangannya, Meugang menjadi simbol kebersamaan dan solidaritas sosial. Kegiatan memasak daging dilakukan bersama anggota keluarga, kerabat, dan tetangga.

Menu yang disajikan bervariasi, mulai dari daging masak merah, kuah beulangong, hingga daging goreng khas Aceh, sesuai tradisi masing-masing daerah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait