Beranda Ekonomi Mendag Dorong Produsen Perbanyak Second Brand Kurangi Ketergantungan pada Minyakita

Mendag Dorong Produsen Perbanyak Second Brand Kurangi Ketergantungan pada Minyakita

Langkah ini ditempuh pemerintah agar konsumen memiliki lebih banyak pilihan minyak goreng dengan harga terjangkau di pasaran.

0
Ilustrasi

CARAPANDANG - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong para produsen minyak goreng untuk memperbanyak produksi merek alternatif atau second brand guna mengurangi ketergantungan masyarakat pada satu produk, yaitu Minyakita.

Langkah ini ditempuh pemerintah agar konsumen memiliki lebih banyak pilihan minyak goreng dengan harga terjangkau di pasaran.

Mendag menyatakan bahwa sebelum program Minyakita berjalan, terdapat puluhan merek minyak goreng second brand yang beredar di masyarakat, bahkan mencapai sekitar 50 jenis. Namun, jumlah tersebut kini berkurang drastis karena sebagian besar produsen beralih memproduksi Minyakita.

“Dulu sebelum ada Minyakita, second brand itu bisa sampai 50-an jenisnya. Sekarang berkurang karena kebanyakan beralih ke Minyakita,” ujar Budi Santoso mengutip Antaranews.

Menurut Mendag, Minyakita sejatinya merupakan instrumen intervensi pasar yang diluncurkan pemerintah saat harga minyak dunia melonjak tiga tahun lalu.

Produk ini diatur melalui kebijakan kewajiban pemenuhan pasar dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) yang jumlahnya terbatas dan sangat bergantung pada kinerja ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).

“MinyaKita awalnya sebagai intervensi, tapi sekarang tidak sengaja menjadi indikator utama ketersediaan minyak goreng. Padahal jumlahnya terbatas dan tergantung ekspor. Kalau ekspor turun, Minyakita juga berkurang,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait