CARAPANDANG - Dua kapal tanker milik Pertamina International Shipping (PIS) masih tertahan di kawasan Teluk Persia hingga Jumat (27/3/2026), sementara sejumlah negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand telah berhasil memperoleh izin dari Iran untuk melintasi Selat Hormuz.
Malaysia mengumumkan keberhasilannya meloloskan kapal tanker berbendera mereka setelah melalui rangkaian komunikasi intensif dengan Iran, Mesir, dan Turki. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan apresiasi kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian atas keputusan membuka akses tersebut.
"Kami sekarang sedang dalam proses membebaskan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang," ujar Anwar dalam pernyataan yang disiarkan pada Kamis (26/3/2026).
Selain Malaysia, Thailand juga berhasil memastikan keselamatan pelayaran kapalnya setelah melakukan koordinasi diplomatik dengan Iran. Sebelumnya, kapal tanker berbendera Thailand, Mayuree Naree, sempat diserang proyektil pada 11 Maret.
Sementara itu, dua kapal tanker Indonesia, Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di area Teluk Persia. Kapal Gamsunoro berada di Khor al Zubair, Irak, sementara Pertamina Pride tengah melakukan proses pemuatan di Ras Tanura, Arab Saudi.
Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita mengonfirmasi bahwa kedua kapal masih berada di Teluk Persia dan seluruh awak kapal dalam kondisi selamat.