Mahyeldi menambahkan, berbagai isu keagamaan yang muncul di tengah masyarakat membutuhkan jawaban yang berlandaskan metodologi fikih yang kuat, argumentatif, dan berorientasi pada kemaslahatan. Karena itu, forum-forum ilmiah seperti Nadwah Fiqhiyyah dinilai penting untuk memperkuat kapasitas para dai dan akademisi dalam memberikan bimbingan kepada masyarakat.
Selain itu, ia menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter merupakan salah satu prasyarat penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Menurutnya, penguatan nilai-nilai agama harus berjalan seiring dengan pembangunan di bidang pendidikan serta penguatan ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan nasional.
“Kita ingin berkontribusi untuk Indonesia Emas 2045. Karena itu, pembangunan karakter harus berjalan seiring dengan penguatan ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan nasional,” ujarnya.
Anggota DPR RI Rahmat Saleh yang turut hadir menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan Nadwah Fiqhiyyah. Ia berkomitmen mendorong keberlanjutan program penguatan kajian keislaman tersebut melalui agenda resesnya agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.