Pernyataan Huckabee tersebut "hanya akan memperkeruh suasana dan membangkitkan emosi keagamaan maupun nasional" di saat negara-negara sedang menjajaki cara pelaksanaan gencatan senjata di Gaza dan "pemanfaatan peluang untuk meluncurkan proses politik yang serius menuju perdamaian," ujar Aboul-Gheit.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Mesir pada Sabtu menyatakan "keheranannya" atas pernyataan Huckabee tersebut, seraya menggambarkannya sebagai "pelanggaran terang-terangan" terhadap hukum internasional dan Piagam PBB.
Dalam sebuah pernyataan, Kemenlu Mesir menegaskan kembali posisi yang telah lama diambil negara itu, yakni bahwa Israel "tidak memiliki kedaulatan" atas wilayah Palestina yang diduduki maupun wilayah Arab lainnya. Kemenlu Mesir juga menyuarakan "penolakan tegas" terhadap setiap upaya untuk menganeksasi Tepi Barat atau memisahkannya dari Jalur Gaza.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud juga mengecam komentar Huckabee pada Sabtu tersebut, dengan mengatakan bahwa pernyataan seperti itu menciptakan sebuah preseden berbahaya dan mencerminkan ketidakpedulian terhadap hubungan antara negara-negara di Timur Tengah dengan AS.
"Retorika ekstremis ini mengisyaratkan konsekuensi serius dan mengancam perdamaian serta keamanan internasional dengan memusuhi negara-negara dan rakyat di kawasan ini serta merusak fondasi tatanan internasional," ujar menlu Arab Saudi di media sosial X.
Dalam sebuah wawancara kontroversial dengan podcaster Tucker Carlson yang dipublikasikan pada Jumat (20/2), Huckabee mengatakan bahwa Israel memiliki "hak alkitabiah" untuk mengeklaim kendali atas seluruh Timur Tengah, atau setidaknya sebagian besar kawasan tersebut.
"Tidak masalah jika mereka (Israel) mengambil semuanya," ujar Huckabee.
Beranda
Internasional
Liga Arab, Mesir, dan Arab Saudi Kecam Pernyataan Dubes AS Huckabee Terkait Israel