Beranda Daerah Lebih dari 800 Huntap Korban Erupsi Semeru di Lumajang Kosong, Warga Malah Kembali Ke Zona Merah

Lebih dari 800 Huntap Korban Erupsi Semeru di Lumajang Kosong, Warga Malah Kembali Ke Zona Merah

Pemerintah Kabupaten Lumajang berencana menarik kembali unit-unit tersebut untuk diserahkan kepada warga yang lebih membutuhkan.

0
Huntap Semeru di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Lumajang(Dok. Kominfo Lumajang/Kompas)

CARAPANDANG - Sebanyak 852 unit hunian tetap (huntap) yang dibangun untuk korban erupsi Gunung Semeru di Kompleks Relokasi Bumi Semeru Damai (BSD), Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ditemukan kosong tidak ditempati pemiliknya.

Pemerintah Kabupaten Lumajang berencana menarik kembali unit-unit tersebut untuk diserahkan kepada warga yang lebih membutuhkan.

Kawasan BSD dibangun sebagai tempat relokasi bagi warga terdampak erupsi Gunung Semeru pada tahun 2021.

Pemerintah membangun hunian tetap ini untuk mengganti rumah warga yang rusak akibat bencana sekaligus memindahkan penduduk yang bermukim di kawasan rawan bencana (KRB) III atau zona merah ke lokasi yang lebih aman.

Mengutip laporan beritajatim.com, dari total sekitar 1.952 rumah yang telah dibangun di kawasan BSD, hanya sekitar 1.100 unit yang masih ditempati oleh pemiliknya.

Banyak warga memilih kembali ke rumah lama mereka yang berada di zona merah, meskipun hunian di BSD telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti perabotan rumah tangga, sekolah, dan masjid.

Camat Candipuro, Shela Fazri, membenarkan masih banyaknya rumah kosong di kompleks relokasi tersebut. Pihaknya akan melakukan pendataan ulang untuk memastikan jumlah pasti rumah yang ditinggalkan penghuninya.

"Jadi, cuma sekitar 1.100 yang terisi, sisanya dibiarkan kosong, tapi ini masih akan kita data lagi untuk memastikan jumlahnya," kata Shela mengutip beritajatim.com, Minggu (1/3/2026).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait