Beranda Politik Kota yang mau Mendengar Warganya

Kota yang mau Mendengar Warganya

Setiap kota memiliki cara sendiri untuk mendengar warganya. Ada yang masih mengandalkan loket pengaduan, ada pula yang membangun sistem digital agar keluhan dapat diterima tanpa sekat ruang dan waktu

0
Kota yang mau mendengar

Kepercayaan publik merupakan mata uang paling berharga dalam tata kelola pemerintahan. Ia tidak lahir dari slogan, melainkan dari pengalaman sehari-hari ketika masyarakat merasakan bahwa persoalan mereka benar-benar ditangani.

Data pengaduan Surabaya memperlihatkan isu yang paling banyak dilaporkan bukan perkara besar yang rumit, melainkan persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Parkir menjadi laporan terbanyak dengan 1.442 aduan. Disusul persoalan lalu lintas, kemacetan, dan pedagang kaki lima sebanyak 823 laporan, pendidikan 817 laporan, masalah sosial, infrastruktur jalan, ketenteraman dan ketertiban umum, fasilitas publik, ketenagakerjaan hingga drainase.

Daftar tersebut memberikan gambaran menarik. Warga lebih banyak mengadukan kualitas layanan dasar dibanding isu-isu besar. Mereka ingin jalan yang baik, parkir yang tertib, sekolah yang melayani, lingkungan yang nyaman, dan birokrasi yang responsif. Dengan kata lain, ukuran keberhasilan pemerintah daerah semakin bergeser dari besarnya proyek pembangunan menuju kualitas pelayanan sehari-hari.

Fenomena ini sejalan dengan berbagai studi mengenai pemerintahan digital yang menunjukkan bahwa pelayanan publik yang cepat memiliki pengaruh langsung terhadap tingkat kepuasan masyarakat. Di banyak kota dunia, kanal aduan digital bahkan menjadi salah satu instrumen utama untuk memetakan kebutuhan warga secara real time.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait