“Tidaklah membahayakan Utsman apa pun yang ia lakukan setelah hari ini.”
(HR. Tirmidzi, ketika Rasulullah melihat sumbangan besar Utsman dalam Perang Tabuk)
Jasa Besar dalam Pembukuan Al-Qur’an
Salah satu jasa terbesar Utsman r.a. adalah upayanya dalam menyatukan bacaan Al-Qur’an. Setelah wafatnya Rasulullah SAW, Abu Bakar ash-Shiddiq memerintahkan pengumpulan mushaf. Salinan itu disimpan oleh Hafshah binti Umar.
Namun, di masa pemerintahan Utsman, wilayah Islam sudah sangat luas. Perbedaan dialek antar daerah menimbulkan keragaman bacaan yang berpotensi memicu perselisihan. Maka Utsman membentuk tim yang dipimpin Zaid bin Tsabit untuk menyalin mushaf Hafshah. Salinan tersebut disebar ke berbagai wilayah Islam, sementara mushaf lain yang menyelisihi standar tersebut dimusnahkan.
Langkah visioner ini menyelamatkan umat dari perpecahan, hingga hari ini kita masih membaca mushaf hasil standarisasi di masa beliau.
Masa Kekhalifahan
Setelah wafatnya Umar bin Khattab pada tahun 644 M, Utsman r.a. terpilih sebagai khalifah melalui musyawarah yang ditunjuk Umar. Beliau memimpin selama 12 tahun—masa terpanjang di antara Khulafaur Rasyidin.
Di masa pemerintahannya, wilayah Islam semakin meluas: