Beranda Sosok Kisah Inspiratif Ananto Isworo: Perintis Gerakan Sedekah Sampah Jogja yang Raih Kalpataru 2026

Kisah Inspiratif Ananto Isworo: Perintis Gerakan Sedekah Sampah Jogja yang Raih Kalpataru 2026

Ananto Isworo dinobatkan sebagai penerima Kalpataru Adya 2026, salah satu penghargaan lingkungan hidup paling bergengsi di Indonesia.

0
Ananto Isworo, Perintis Gerakan Sedekah Sampah Jogja yang Raih Kalpataru 2026

CARAPANDANG - Ananto Isworo dinobatkan sebagai penerima Kalpataru Adya 2026, salah satu penghargaan lingkungan hidup paling bergengsi di Indonesia. Ia menerima penghargaan kategori Perintis Lingkungan berkat Gerakan Shadaqah Sampah Berbasis Eco-Masjid yang kini menginspirasi berbagai daerah di Indonesia.

Tak banyak orang yang percaya pada gagasan Ananto ketika pertama kali memperkenalkan Gerakan Shadaqah Sampah pada 2013. Sebab, selama ini masyarakat menganggap sedekah identik dengan uang, beras, atau barang berharga. Sementara yang ditawarkan Ananto justru mengumpulkan botol air mineral, kardus bekas, dan kaleng yang selama ini dianggap tidak lebih dari sampah.

"Darimana nilai sedekahnya, wong itu sampah," begitu komentar yang kerap ia dengar, sebagaimana dikutip dari laman UMY.

Pindah ke Brajan Sejak 2005, Langsung Melihat Permasalahan Sampah

Inovasinya yang dicetuskan berawal dari masalah sampah yang ia temui. Ketika pindah ke Kampung Brajan, Bantul, pada 2005, Ananto merasa lingkungan kampung terlihat kumuh karena sampah yang belum terkelola dengan baik.

Kondisi tersebut mengusik pikirannya. Apalagi, sejak kecil ia memang terbiasa memanfaatkan barang-barang bekas yang masih bisa digunakan.

"Sedari kecil saya itu memang sangat menyukai alam, saya juga suka memanfaatkan barang-barang bekas di sekitar saya, entah saya jadikan mainan atau apa saja yang sekiranya itu ada manfaatnya," kata Ananto yang juga dikenal sebagai Ustaz Sampah itu.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait