CARAPANDANG - Kamu pasti punya teman. Namun, dengan siapa saja dirimu membangun pertemanan? Apakah kawan-kawanmu sepantar semua atau banyak juga yang berusia di atas dan di bawahmu? Variasi umur dalam pertemanan sebenarnya penting buat pengembangan diri.
Hanya saja, kadang antargenerasi ada pandangan yang kurang baik walau belum tentu terdapat buktinya. Juga rasa sungkan yang terlalu kuat di masyarakat Timur, utamanya generasi muda terhadap generasi yang lebih tua. Semua itu menghalangi terbentuknya hubungan yang lebih akrab dengan orang yang berbeda usia.
Apalagi, sejak sekolah hingga kuliah, kamu berada di lingkungan dengan orang-orang berusia sepantar. Sekarang setelah dirimu memasuki dunia kerja, umur karyawan lebih bervariasi. Saatnya membaur dengan semua orang dan merasakan keuntungan berteman lintas usia.
1. Terhindar dari sikap judgemental ke generasi di atas atau di bawahmu
Tidak pernah berteman lebih dekat dengan orang-orang yang usianya berlainan, kerap kali membuatmu terlalu subjektif. Terlebih, sekarang banyak stereotip terkait generasi yang disebarkan melalui media sosial. Misalnya, dirimu termasuk dalam generasi milenial.
Banyak anggapan bahwa generasi Z yang berada di bawahmu malas bekerja, gak sopan ke orang yang lebih tua, dan sebagainya. Begitu pula generasi X dipandang terlalu kaku. Sementara baby boomers dicap tidak inovatif serta jadul. Pandangan begini tidak boleh ditelan mentah-mentah.