Beranda Hukum dan Kriminal Kemenkes Investigasi Kematian Dokter Kerja tanpa Libur di Jambi, MGBKI Desak Evaluasi

Kemenkes Investigasi Kematian Dokter Kerja tanpa Libur di Jambi, MGBKI Desak Evaluasi

Ketua MGBKI Budi Iman Santoso, dalam konferensi pers, Minggu (3/5/2026), menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh dipandang sebagai kejadian individual, melainkan peringatan keras adanya kegagalan tata kelola pendidikan kedokteran.

0
dr. Myta Aprilia Azmy

Selain itu, meskipun telah melaporkan gejala sakit sejak Maret 2026, dr. Myta tetap dipaksa menjalani jadwal jaga malam dalam kondisi sesak napas berat dan demam tinggi. Bahkan, saturasi oksigennya sempat menyentuh angka 80 persen sebelum mendapatkan penanganan layak.

IKA FK Unsri juga menyoroti kekosongan stok obat di rumah sakit, dugaan arahan dari oknum pembimbing untuk merahasiakan kondisi dr. Myta agar masa internship tidak diperpanjang, serta narasi "gaslighting" yang menyebut dokter magang sebagai "generasi Z lembek" saat menyuarakan hak kesehatan mereka.

Menanggapi berbagai tudingan tersebut, Direktur RSUD KH Daud Arif, Sahala Simatupang, membantah adanya perundungan terhadap dr. Myta. Ia mengklaim telah memanggil komite medik dan pihak terkait untuk dimintai keterangan.

"Kalau di-bully, itu tidak benar. Saya sudah panggil dokter. Komite medik juga sudah saya panggil. Semua saya panggil," katya, dikutip dari Tribun Jambi, Sabtu (2/5/2026).

Pihak rumah sakit juga menyebut bahwa dr. Myta telah lama mengalami sakit sejak 11 Maret 2026.

Sementara itu, DPRD Provinsi Jambi turut mendesak audit investigasi menyeluruh terhadap sistem kerja dan pengawasan di RSUD KH Daud Arif.

Wakil Ketua I DPRD Jambi Ivan Wirata menegaskan bahwa kasus ini menjadi sinyal keras bagi sistem kesehatan untuk menjamin hak-hak dokter internship, termasuk jam kerja, supervisi, dan lingkungan kerja yang sehat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait