Platform ini, kata Mu’ti, diharapkan semakin memperluas akses terhadap sumber belajar yang berkualitas.
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi (Bakom) RI Hariqo Wibawa Satria menyampaikan apresiasi atas komitmen Kemendikdasmen dalam mewujudkan pendidikan bermutu yang inklusif seperti penyediaan buku bacaan berhuruf braille maupun sumber belajar berbentuk audio dan video bagi anak berkebutuhan khusus.
“Upaya ini harus terus diperkuat sebagai bagian dari peningkatan mutu literasi nasional,” katanya berpesan.
Hariqo juga mengajak seluruh pemangku kepentingan bergotong royong membuka akses yang lebih luas terhadap buku bacaan bermutu agar semakin banyak murid memiliki kemampuan membaca dan menulis yang baik.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen Hafidz Muksin menyampaikan distribusi buku tahun ini menjangkau 510 kabupaten/kota di 38 provinsi dengan prioritas satuan pendidikan yang kemampuan literasinya masih berada di bawah kompetensi minimum merujuk pada hasil Asesmen Nasional (AN).
Meski belum mencakup seluruh satuan pendidikan yang dimaksud namun Badan Bahasa memastikan buku-buku itu dapat digunakan secara maksimal oleh guru, kepala sekolah, dan murid. Sebab, setiap paket buku yang dikirimkan ke sekolah, dilengkapi dengan pedoman pemanfaatan.