Atas perbuatannya, Dokter Tifa didakwa dengan dakwaan primair Pasal 434 ayat (1) juncto Pasal 441 ayat (1) juncto Pasal 126 ayat (1) KUHP, serta dakwaan berdasarkan UU ITE.
Dalam persidangan, Tifa menolak tawaran restorative justice dan menyatakan akan melakukan perlawanan.