"Banyak siswa SMA memiliki kadar gula tinggi dan tekanan darah meningkat, sementara hemoglobin darah rendah. Ini menunjukkan masalah gizi tidak hanya mengancam orang dewasa, tetapi juga anak-anak dan remaja," ujarnya.
Di sisi lain, dia mengapresiasi banyak sekolah yang mulai menyediakan katering dengan menu lebih seimbang dan bernutrisi, yang diharapkan dapat menjadi contoh dan terus dikembangkan.
Maryunanto juga menekankan bahwa tidak semua makanan instan harus dihindari sepenuhnya.
"Yang sebenarnya instan adalah bumbunya. Misalnya, mie tetap bisa dijadikan menu lengkap jika dikombinasikan dengan protein dan sayur, serta menggunakan bumbu yang lebih sehat dan alami," pungkasnya, menekankan pentingnya keseimbangan dalam setiap sajian.