CARAPANDANG - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkap bahwa korban selamat dalam insiden penembakan di Kampung Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, mengaku ditembak oleh aparat TNI yang berseragam, Kamis (23/4/2026).
Kepala Sekretariat Komnas HAM Papua, Fritz Ramandey, menyatakan pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh seorang korban selamat bernama Anita Telenggen yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Dian Harapan.
"Kami sudah mendengarkan keterangan dari yang bersangkutan. Maka yang bersangkutan tidak tanggung-tanggung mengatakan bahwa yang menembak saya adalah tentara berseragam," ujar Fritz dalam konferensi pers yang dikutip Tirto.id, Kamis (23/4/2026).
Berdasarkan data sementara Komnas HAM, insiden yang terjadi pada Selasa (14/4/2026) itu menewaskan 15 warga sipil. Lima orang dinyatakan selamat, namun baru satu orang yang berhasil diwawancarai karena keterbatasan akses ke lokasi kejadian.
Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin P. Siagian, mengungkapkan bahwa komunikasi dengan daerah-daerah yang terdampak konflik masih terkendala. Tim belum bisa menembus distrik-distrik yang menjadi lokasi kejadian.
"Orang-orang yang keluar dari distrik sudah kami interview. Kalau ini diakhiri, kami meyakini petugas kemanusiaan bisa masuk. Karena sekarang kampung-kampung ada yang dibakar dan terbakar, kemudian orang-orang mengungsi," kata Saurlin.