"Industri yang ingin kami fokuskan adalah semikonduktor fabless, yaitu desain cip. Pasar industri ini sangat besar dibandingkan sektor semikonduktor lainnya. Kami ingin memperluas kerja sama dengan pihak lain, termasuk China, dan membangun jaringan dengan industri, pemerintah, akademisi, dan komunitas, baik di dalam negeri maupun internasional," ucap Trio.
Peluang pertama kerja sama Indonesia-China, menurutnya, di bidang kontrol baterai kendaraan listrik dan penyimpanan energi. Sedangkan peluang kedua adalah layanan kesehatan karena masalah kesehatan di Indonesia sangat khas lokal dan masih membutuhkan banyak perbaikan dengan melibatkan AI.
Peluang ketiga adalah pertanian cerdas mengingat ketahanan pangan masih menjadi persoalan sehingga efisiensi dapat ditingkatkan melalui penerapan teknologi pertanian berbasis AI.
"China dapat berkontribusi melalui algoritma AI untuk analisis serta perangkat keras IoT dan sensor berbasis semikonduktor sementara Indonesia dapat menyediakan data tropis dalam jumlah besar dan tenaga kerja untuk implementasi," kata Trio.