Menikah dalam kondisi belum matang secara emosi, finansial, atau mental bisa membuat pasangan kewalahan menghadapi realitas rumah tangga. Ekspektasi romantis sering berbenturan dengan tanggung jawab sehari-hari.
Ditambah lagi, pasangan yang belum benar-benar siap mengelola konflik, tanggung jawab, dan perubahan peran, kemungkinan besar akan sulit mengelola keadaan rumah tangga, yang akhirnya salah satu pihak merasa sudah salah dalam mengambil keputusan untuk menikah.
Singkatnya, hubungan pernikahan yang dipenuhi kebingungan, drama, dan keputusan impulsif sangat mungkin berakhir pada jurang perpisahan. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk menikah, pastikan kamu dan calon pasanganmu sudah siap dalam berbagai aspek, mulai dari mental, fisik, finansial, dan manajemen emosi yang baik agar memberikan ketenangan dalam keluarga.
Dari ringkasan di atas, sebenarnya dapat diambil kesimpulan bahwa alasan cerai yang terjadi pada sebuah rumah tangga berawal dari beberapa masalah yang tidak pernah diselesaikan dan akhirnya terakumulasi menjadi permasalahan yang besar. Karena itu, penting untuk memahami bahwa rumah tangga yang terlihat baik dari luar belum tentu sedang baik-baik saja di dalam.