Siapa bilang kalau komunikasi tidak bisa menjadi alasan cerai seseorang? Komunikasi yang buruk sering jadi akar dari banyak masalah rumah tangga. Pasangan bisa tinggal serumah, tetapi tidak benar-benar bisa saling memahami satu sama lain. Obrolan yang seharusnya menyelesaikan masalah malah berubah jadi momen untuk adu argumen, saling memperdebatkan siapa yang salah dan benar, atau memilih untuk diam karena besarnya rasa gengsi untuk meminta maaf serta memulai percakapan.
Sekilas memang akan membuatmu berpikir “Ah, cuma masalah obrolan doang?” atau “Hah, masa sih, komunikasi yang jelek bisa bikin cerai?” Padahal ketika pasangan ingin mengungkapkan perasannya, tetapi tidak pernah dipahami dan lebih cenderung disalahkan, maka akan timbul rasa lelah secara emosional. Lelahnya batin yang dipendam bisa menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Efeknya bisa bermacam-macam, dan salah satunya adalah jalan perceraian.
7. Campur tangan keluarga besar
Sikap ikut campur orang tua atau mertua terkadang memengaruhi keputusan dalam rumah tangga anak atau menantunya
Hubungan suami istri kadang makin sulit karena terlalu banyak intervensi dari orang tua, mertua, atau saudara. Mulai dari urusan finansial, pola asuh anak, tempat tinggal, hingga keputusan penting rumah tangga.