Mekanisme kontaminasinya: mikroplastik di laut yang diciptakan oleh sampah plastik dan limbah urban tidak dapat sepenuhnya dieliminasi dalam proses pembuatan garam. Sebaliknya, garam yang diambil dari akuifer atau deposit bawah tanah mungkin memiliki profil kontaminasi yang berbeda tergantung kondisi geologisnya.
3. Air kemasan (botol plastik)
Studi menunjukkan, air kemasan dalam botol plastik mengandung ribuan hingga ratusan ribu partikel mikroplastik per liter air dari hasil pengukuran, terutama jika kemasan mengalami panas atau tekanan. Ini menunjukkan bahwa kemasan plastik itu sendiri bisa menjadi sumber kontaminasi makanan/minuman kamu.
Karena konsumsi air kemasan sangat umum, paparan mikroplastik dari air botolan bisa berkontribusi secara signifikan terhadap total mikroplastik yang kamu makan atau minum setiap tahunnya.
Walaupun beberapa faktor seperti suhu penyimpanan dan jenis plastik memengaruhi jumlah partikel yang dilepaskan, tetapi yang ada saat ini menunjukkan bahwa air kemasan plastik bukan sumber yang “bebas mikroplastik”.
4. Kantong teh
Kantong teh yang berbahan plastik dapat melepaskan jutaan hingga miliaran partikel mikroplastik dan nanoplastik ke dalam minuman saat diseduh air panas. Bukti dari beberapa studi menguatkan temuan ini.