Momentum Hari Pendidikan Nasional yang merupakan hari kelahiran Ki Hajar Dewantara sejatinya harus menjadi ruang refleksi kolektif. Reformasi pendidikan tidak cukup dengan mengganti kurikulum atau menambah anggaran, tetapi menuntut perubahan paradigma. Pendidikan harus kembali pada tujuannya yang paling hakiki: membentuk manusia yang utuh, cerdas secara intelektual, matang secara moral, dan peka secara sosial.
Dalam bahasa gagasan Ki Hajar Dewantara, tujuan pendidikan ialah membangun anak didik menjadi manusia yang merdeka lahir batin, luhur akal budinya serta sehat jasmaninya untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna dan bertanggung jawab atas kesejahteraan bangsa, tanah air serta manusia pada umumnya (Pasal 13, Peraturan Dasar Persatuan Taman Siswa)
Tanpa itu, kita berisiko melahirkan generasi yang terampil tetapi kehilangan arah; cerdas tetapi tanpa empati dan tanggung jawab; sukses secara individu tetapi gagal membangun kehidupan bersama.
Harus diakui, menghidupkan kembali Panca Dharma bukan pekerjaan mudah. Ia menuntut keberanian untuk mengoreksi arah, kesediaan untuk mendengar realitas, dan komitmen untuk menempatkan manusia sebagai pusat pendidikan. Namun di tengah dunia yang semakin cair dan tak pasti, justru nilai-nilai inilah yang dapat menjadi jangkar. Dilansir Antaranews.com