CARAPANDANG - Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, mengalami erupsi dahsyat pada Jumat (8/5/2026) pukul 07.41 WIT, menyemburkan kolom abu setinggi 10.000 meter. Peristiwa ini mengakibatkan 20 pendaki terjebak di kawasan gunung, dengan korban jiwa dilaporkan dari warga negara Singapura.
Mengutip laporan BBC, Berdasarkan data terbaru dari Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Kepolisian Halmahera Utara, dua WN Singapura atas nama Timo dan Sahnas dilaporkan meninggal dunia akibat terkena dampak langsung letusan.
Sementara itu, satu orang masih dinyatakan hilang dan lima orang lainnya mengalami luka-luka.
Total 20 pendaki yang terjebak terdiri dari 9 WN Singapura dan sisanya adalah warga negara Indonesia.
Tim SAR gabungan yang diterjunkan dari Basarnas Pos SAR Tobelo, Polres Halut, Kodim Tobelo, dan BPBD Halut saat ini masih berupaya menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi.
"Tim gabungan masih berusaha melakukan evakuasi, namun terkendala kondisi gunung yang masih erupsi. Apabila membahayakan, upaya evakuasi kemungkinan akan ditunda terlebih dulu," ujar Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu dikutip CNN Indonesia.
Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 34 milimeter dan durasi 967,56 detik, disertai dentuman lemah hingga kuat.