Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menyampaikan penanganan darurat di Sumbar terus berjalan. Sejumlah jembatan darurat, seperti jembatan Bailey dan Aramco, hampir rampung, sementara ratusan alat berat dari pemerintah pusat telah dikerahkan untuk mendukung proses pemulihan di daerah terdampak.
Ia memastikan ketersediaan logistik masih dalam kondisi aman. Distribusi bantuan kini dilakukan melalui jalur darat setelah posko logistik di Bandara Internasional Minangkabau ditutup. Layanan dasar seperti listrik, komunikasi, air bersih, kesehatan, serta pasokan BBM dan LPG dilaporkan telah hampir pulih sepenuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumbar menyampaikan total estimasi kerusakan dan kerugian akibat bencana di Sumatera Barat mencapai sekitar Rp33 triliun dan berdampak pada 15 kabupaten dan kota. Wilayah dengan tingkat kerusakan tertinggi meliputi Kabupaten Agam, Tanah Datar, dan Kabupaten Padang Pariaman.
“Total kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera Barat diperkirakan mencapai Rp21,4 triliun. Anggaran tersebut mencakup sektor infrastruktur, permukiman, sosial dan pendidikan, ekonomi pertanian dan perkebunan, serta lintas sektor untuk pengurangan risiko bencana,” ungkap Mahyeldi.