Foto dokumentasi ini menunjukkan Pusat Kerja Sama Terapan Kecerdasan Buatan China-ASEAN yang terletak di Nanning, ibu kota Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan. (Xinhua)
"Saya ingin terlibat dalam penelitian akademis dan memperdalam penelitian mengenai kerja sama Indonesia-China, itulah alasan saya memilih menuntut ilmu di China. Saya mungkin akan bekerja di sini selama beberapa tahun terlebih dahulu untuk meningkatkan kemahiran bahasa Mandarin saya. Jika memungkinkan, saya ingin berkarier di bidang hubungan internasional atau organisasi internasional seperti PBB, atau AIIB, Bank Investasi Infrastruktur Asia," tutur Brillin penuh semangat.
"Kita dapat menyaksikan pesatnya perkembangan teknologi dari AI. Dari kompetisi geopolitik, dari perubahan iklim, dari disrupsi ekonomi. Ini menuntut kita untuk merespons dengan cepat dan beradaptasi terhadap perubahan ini. Mungkin itu alasan mengapa saya selalu percaya pada generasi muda. Bukan karena kalian memiliki jawabannya, melainkan karena kalian memiliki waktu, kalian memiliki keberanian, kalian memiliki tekad untuk melihat dunia bukan hanya sebagaimana adanya saat ini, tetapi juga potensi yang dimilikinya."