Beranda Kolom Fenomena Saham RANS: Antara Euforia, Kinerja Riil, dan Risiko Investasi Berbasis Public Figure

Fenomena Saham RANS: Antara Euforia, Kinerja Riil, dan Risiko Investasi Berbasis Public Figure

Sungguh sayang, gemerlap lampu panggung hiburan itu, gagal mempertahankan kilaunya di atas papan perdagangan saham.

0
Sumber foto : Jakob Jerdziki (pixels)

3. Kritis Terhadap Alokasi Dana IPO: Perhatikan ke mana uang investor akan mengalir. Dana IPO RANS sebesar Rp 429,25 miliar dialokasikan untuk proyek-proyek seperti konser (Rp 161,5 M), akuisisi Rans Kosmetika (Rp85 M), pembangunan wahana Cipungland (Rp80 M), serta pengembangan AI (Rp35 M). Investor harus menilai secara rasional apakah proyek-proyek ini bersifat produktif jangka panjang atau sekadar eksperimen bisnis yang spekulatif.

4. Disiplin Position Sizing: Memasukkan modal ke dalam saham dengan tingkat volatilitas setinggi ini harus dibatasi. Idealnya, alokasikan maksimal 1% hingga 3% saja dari total portofolio untuk membatasi dampak kerugian jika harga saham terus mengalami penurunan.

Pada akhirnya, jatuhnya saham RANS dari titik puncaknya menjadi pengingat keras bagi pasar modal Indonesia, di hadapan angka-angka laporan keuangan, semua popularitas harus tunduk pada kenyataan profitabilitas.

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait