CARAPANDANG - Harga emas sangat volatile di tengah sikap pelaku pasar yang terus memantau perkembangan konflik Timur Tengah dan data ekonomi Amerika Serikat (AS) untuk melihat dampaknya terhadap kebijakan moneter.
Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Selasa (2/6/2026) ditutup di posisi US$ 4484,59 per troy ons atau menguat 0,03%.
Penguatan ini berbanding terbalik dengan pelemahan 1,16% pada Senin.
Kendati demikian, harga emas jatuh pada hari ini. Pada Rabu (3/6/2026) pukul 06.31 WIB, harga emas ada di US$ 4469,76 per troys on atau melemah 0,33%.
Analis Forex.com Fawad Razaqzada mengatakan arah harga emas kini bergantung pada pergerakan harga minyak, imbal hasil obligasi, dan dolar AS yang semuanya terkait situasi Timur Tengah.
Menurutnya, pasar emas saat ini masih kehilangan arah dan investor menunggu sinyal baru, terutama dari perkembangan konflik di Timur Tengah.
"Bagi saya, agar kembali bullish terhadap emas, pasar perlu melihat munculnya momentum kenaikan baru yang menunjukkan pembeli mulai kembali masuk. Namun saat ini pasar tampak kehilangan arah, dengan pelaku pasar masih menunggu petunjuk, terutama dari Timur Tengah." Tutur Fawad, dikutip dari Refinitiv.
Media Iran melaporkan Teheran sedang meninjau proposal kesepakatan dengan AS untuk menghentikan perang, meski belum berkomunikasi dengan Washington selama beberapa hari terakhir. Laporan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi masih berlangsung.