Beranda Warta Kementerian Ebola Tewaskan 88 Orang, Kemenkes Perkuat Surveilans Global

Ebola Tewaskan 88 Orang, Kemenkes Perkuat Surveilans Global

Penguatan ini sebagai respons atas penyebaran virus Bundibugyo di DRC yang dinilai memiliki risiko penyebaran lintas wilayah dan lintas negara.

0
Ilustrasi

Kekhawatiran utama adalah belum tersedianya vaksin maupun pengobatan spesifik untuk varian ini, tidak seperti varian Zaire yang sudah memiliki vaksin.

Menteri Kesehatan DRC, Samuel-Roger Kamba, menyatakan tingkat kematian varian ini dapat mencapai 50 persen.

Selain di DRC, kasus juga telah dilaporkan di Kampala, Uganda, dan Kinshasa akibat perjalanan dari wilayah wabah.

WHO menilai kondisi keamanan, mobilitas penduduk yang tinggi, serta keterbatasan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak meningkatkan risiko penyebaran regional.

Kemenkes menegaskan belum ada laporan kasus Ebola di wilayah Indonesia.

Meskipun demikian, pemerintah telah mengaktifkan langkah-langkah antisipasi dan penguatan sistem kesehatan nasional untuk membentengi wilayah Indonesia dari potensi impor kasus.

Langkah konkret yang dilakukan meliputi:

1. Penguatan Surveilans: Pemanfaatan thermal scanner di seluruh pintu masuk negara (bandara dan pelabuhan internasional), pengamatan visual gejala klinis penumpang, serta pelacakan melalui aplikasi All Indonesia .

2. Kesiapan Fasilitas Kesehatan: Penyiapan 198 rumah sakit rujukan dalam jejaring layanan pengampuan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) serta penguatan surveilans di 21 rumah sakit sentinel yang tersebar di 20 provinsi .

3. Koordinasi Global: Pemantauan aktif melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta Public Health Emergency Operation Center (PHEOC).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait