CARAPANDANG – Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 untuk Jemaah Indonesia dipastikan tetap berjalan aman dan sesuai jadwal meski keteganagan di Timur Tengah semakin memanas.
DPR bersama pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menghadapi potensi dampak konflik internasional tersebut.
Seperti disampaikan oleh Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Golkar, Aprozi Alam bahwa Indonesia telah memiliki pengalaman panjang dalam mengelola penyelenggaraan haji di tengah dinamika geopolitik.
“Haji tetap berjalan meskipun konflik terjadi. Ini bukan hal baru, karena pelaksanaan ibadah haji sudah memiliki sistem pengamanan dan komitmen internasional untuk melindungi jamaah,”ujarnya dalam keterangannya, Jumat, 3 April 2026.
Maka itu, dia memastikan jadwal keberangkatan jamaah haji Indonesia yang dimulai pada 22 April 2026 tidak mengalami perubahan. Sampai saat ini tidak ada kendala berarti baik dari sisi transportasi udara maupun koordinasi dengan otoritas Arab Saudi.
Selanjutnya dia mengatakan bahwa DPR bersama pemerintah telah mengantisipasi berbagai skenario risiko, termasuk kemungkinan memburuknya situasi keamanan di Timur Tengah.
Menurutnya, melalui upaya antisipasi tersebut diharapkan pelaksanaan ibadah haji untuk Jemaah Indonesia akan tetap berlangsung selama tidak ada penetapan status darurat oleh pemerintah.