CARAPANDANG - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mendorong pengembangan pariwisata menjadi program nasional lintas sektor guna memperkuat daya saing Indonesia di tengah persaingan ketat industri pariwisata kawasan.
Evita dalam keterangannya di Jakarta, Kamis menilai berbagai program yang dijalankan pemerintah menunjukkan komitmen dalam memajukan sektor pariwisata.
Namun menurut dia, pengembangan destinasi wisata tidak dapat dibebankan hanya kepada Kementerian Pariwisata, karena memerlukan dukungan dari sektor transportasi, infrastruktur, investasi, hingga promosi.
"Ketika kita bicara pengembangan pariwisata, pengembangan destinasi itu tidak bisa sektoral. Tidak bisa menjadi tanggung jawab Kementerian Pariwisata saja. Ini harus menjadi program strategis nasional mengenai pengembangan pariwisata ini," kata Evita dalam rapat kerja bersama Kementerian Pariwisata beberapa waktu lalu.
Ia menyoroti capaian kunjungan wisatawan mancanegara Indonesia yang masih berada di angka 4,68 juta. Jumlah tersebut masih tertinggal dibandingkan negara lain di kawasan, seperti Jepang yang menerima lebih dari 14 juta wisatawan, Thailand sekitar 11 juta wisatawan, dan Vietnam hampir 9 juta wisatawan pada periode yang sama.
Menurut Evita, pemerintah perlu mengidentifikasi hambatan yang menyebabkan pertumbuhan pariwisata Indonesia belum secepat negara-negara tersebut, mulai dari konektivitas penerbangan, kebijakan visa, investasi, hingga koordinasi antarinstansi.