Beranda Kesehatan Dampak Perang: "Hujan Hitam" Beracun, Pencemaran Air, dan Emisi Karbon Masif

Dampak Perang: "Hujan Hitam" Beracun, Pencemaran Air, dan Emisi Karbon Masif

Serangan terhadap infrastruktur minyak dan militer tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga meninggalkan "warisan racun" yang mengancam kesehatan masyarakat dan ekosistem dalam jangka panjang.

0
Asap mengepul menjadi wabah beracun yang berbahaya (Majid Saeedi/Getty Images)

Sebagai perbandingan, Initiative on GHG Accounting of War mencatat bahwa tiga tahun pertama perang Rusia di Ukraina menghasilkan sedikitnya 230 juta ton emisi setara CO₂, setara dengan gabungan emisi tahunan Hongaria, Austria, Ceko, dan Slovakia.

Yang memprihatinkan, negara-negara tidak diwajibkan untuk memasukkan emisi militer ke dalam total emisi nasional yang dilaporkan sebagai bagian dari komitmen Perjanjian Iklim Paris.

Kantor Hak Asasi Manusia PBB (OHCHR) menyatakan keprihatinan serius terkait dampak serangan terhadap fasilitas minyak. Juru bicara OHCHR, Ravina Shamdasani, mengatakan bahwa dampak tersebut menimbulkan pertanyaan serius apakah kewajiban proporsionalitas dan kehati-hatian berdasarkan hukum humaniter internasional telah dipenuhi dalam serangan itu, seraya menegaskan bahwa lokasi yang dihantam tidak tampak digunakan secara eksklusif untuk kepentingan militer.

Sementara itu, Iran mengecam keras serangan tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyebut serangan terhadap fasilitas minyak sebagai perang kimia yang disengaja di akun media sosial X.

CEOBS mencatat setidaknya 232 insiden dengan risiko lingkungan sejak konflik dimulai, dan jumlah itu disebut hanya "puncak gunung es" karena AS mengklaim telah menyerang sekitar 5.000 lokasi .

Asap dari fasilitas minyak yang terbakar bahkan dilaporkan menyebar hingga ke Afghanistan dan Rusia beberapa hari setelah serangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait