Babak kedua berjalan dengan tempo yang sama hingga titik balik pertandingan terjadi pada menit ke-72. Bek Chelsea, Wesley Fofana, yang sudah menerima kartu kuning di babak pertama, melakukan pelanggaran terlambat terhadap James Ward-Prowse. Wasit Lewis Smith tanpa ragu mengeluarkan kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.
Unggul jumlah pemain membuat Burnley semakin percaya diri. Chelsea yang kehilangan Palmer beberapa saat kemudian untuk digantikan Tosin Adarabioyo, terpaksa bermain lebih bertahan.
Burnley yang sebelumnya kesulitan mengembangkan permainan, kini bergantian melancarkan serangan. James Ward-Prowse yang baru masuk di babak kedua menjadi ancaman serius melalui umpan-umpan matangnya.
Saat pertandingan memasuki enam menit waktu tambahan, mimpi buruk Chelsea menjadi kenyataan. Pada menit ke-90+3, Ward-Prowse kembali menunjukkan kelasnya sebagai eksekutor bola mati.
Tendangan sudutnya yang akurat menemukan kepala Zian Flemming yang tidak terkawal di kotak penalti.
Flemming dengan mudah mengarahkan sundulannya ke pojok kiri gawang Robert Sanchez, membuat kedudukan menjadi imbang 1-1 dan membungkam Stamford Bridge.
Burnley nyaris membalikkan keadaan hanya dua menit berselang. Lagi-lagi dari sepak pojok Ward-Prowse, Jacob Bruun Larsen melepaskan sundulan yang hanya melambung tipis di atas mistar gawang Chelsea.
Di sisi lain, Chelsea sempat mendapatkan peluang melalui Liam Delap di detik-detik akhir, namun tendangan kerasnya melambung tinggi.