Beranda Umum BMKG: Puncak Musim Kemarau Diprediksi Terjadi pada Agustus 2026

BMKG: Puncak Musim Kemarau Diprediksi Terjadi pada Agustus 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau 2026 di Indonesia akan terjadi pada Agustus mendatang, mencakup 369 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 48,84 persen luas daratan Indonesia.

0
BMKG prediksi Agustus masuk Puncak Musim Kemarau

Wilayah yang lebih dahulu mengalami kemarau meliputi sebagian Sumatra, sebagian Jawa, sebagian besar Nusa Tenggara, Kalimantan Tengah bagian timur, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, dan sebagian Papua.

BMKG memperingatkan bahwa musim kemarau tahun ini berpotensi lebih kering dan lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Hal ini dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2027, dengan peluang kategori moderat mencapai 98 persen dan kategori kuat sebesar 62 persen.

"Sebanyak 482 ZOM atau 56,18 persen wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau dengan sifat bawah normal atau lebih kering dari rata-rata klimatologis," kata Ardhasena.

Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau pemerintah daerah untuk memperkuat langkah mitigasi sejak dini guna mengantisipasi dampak kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla).

Untuk sektor pertanian, BMKG merekomendasikan penyesuaian jadwal tanam serta penggunaan varietas tanaman yang lebih tahan kekeringan.

Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan air secara bijak, menjaga kondisi kesehatan saat cuaca panas, serta terus memantau informasi cuaca dan iklim terbaru melalui kanal resmi BMKG.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait