Selain menemukan populasi yang lebih besar, para peneliti juga memperoleh petunjuk baru mengenai siklus hidup Coelacanth. Di Teluk Amurang, Sulawesi Utara, tim berhasil mendokumentasikan seekor Coelacanth juvenil berukuran sekitar 26 sentimeter. Temuan individu muda seperti ini sangat jarang sehingga menjadi petunjuk penting bahwa proses reproduksi spesies tersebut berlangsung di perairan Indonesia.
Penelitian juga memanfaatkan berbagai teknologi modern untuk melengkapi observasi langsung. Melalui pendekatan environmental DNA (eDNA), peneliti dapat mengidentifikasi keberadaan Coelacanth hanya dari jejak materi genetik yang tertinggal di lingkungan perairan, tanpa harus melihat ikannya secara langsung.
Sementara itu, pemindaian CT Scan terhadap salah satu spesimen mengungkap adanya 22 butir telur di dalam tubuh ikan tersebut. Temuan ini memperkaya pemahaman ilmiah mengenai reproduksi Coelacanth yang selama ini masih sangat terbatas.
Selain Sulawesi Utara, penelitian menunjukkan habitat Coelacanth di Indonesia membentang dari Biak di Papua hingga Buol di Sulawesi Tengah. Sebaran itu menegaskan bahwa perairan Indonesia merupakan salah satu kawasan terpenting bagi kelangsungan hidup spesies purba tersebut.