Persetujuan ini dapat membuka jalan bagi penerapan yang lebih luas di seluruh Eropa. RDW mengatakan akan mengajukan permohonan ke Komisi Eropa, setelah itu negara-negara anggota Uni Eropa akan melakukan pemungutan suara mengenai apakah sistem tersebut diizinkan di seluruh blok.
Para ahli memperingatkan bahwa teknologi ini, meskipun menjanjikan, juga dapat menimbulkan risiko baru. Marieke Martens, profesor kendaraan otonom dan interaksi manusia di Universitas Teknologi Eindhoven, mengatakan kepada media lokal RTL News bahwa keselamatan lalu lintas dapat berubah akibat sistem semacam ini.
"Keselamatan lalu lintas bisa berubah. Sistem semacam ini dapat mencegah kesalahan manusia, tetapi mungkin kesalahan baru juga akan muncul, yang kemudian masih harus diperbaiki oleh manusia. Dalam kasus tersebut, sebenarnya hal ini menambah tugas ekstra dalam mengemudi," katanya.