"Apa pun yang mereka tuduhkan mengenai program nuklir Iran, rudal balistik Iran, dan jumlah korban tewas selama kerusuhan Januari hanyalah pengulangan dari kebohongan besar," tulis Baqaei di media sosial.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Australia Richard Marles menolak berspekulasi ketika ditanya apakah Australia akan memberikan dukungan militer jika AS melancarkan serangan ke Iran.
"Saya tidak akan terlibat dalam spekulasi mengenai skenario masa depan apa pun. Jelas, situasi di Timur Tengah tidak menentu, seperti yang telah kami sampaikan," ujar Marles kepada wartawan.
Pemerintah Australia bukan satu-satunya yang mengambil langkah evakuasi. Sebelumnya, AS juga mengevakuasi personel non-esensial dari kedubesnya di Lebanon awal pekan ini. Puluhan staf kedutaan AS dilaporkan meninggalkan Beirut pada Senin (23/2/2026).
Sejumlah negara lain seperti Siprus, Jerman, India, Polandia, Serbia, dan Swedia juga telah meminta warga negaranya untuk meninggalkan Iran.
Brasil merekomendasikan warganya untuk keluar dari Iran dan Lebanon, sementara Singapura menyarankan warga untuk menunda semua perjalanan ke Iran.
Maskapai penerbangan KLM mengumumkan akan menangguhkan sementara penerbangan antara Amsterdam dan Tel Aviv mulai 1 Maret mendatang, dengan alasan tidak layak secara komersial dan operasional.