Beranda Internasional Australia Desak Keluarga Diplomat di Timur Tengah untuk Mengungsi Imbas Meningkatnya Ketegangan Iran-AS

Australia Desak Keluarga Diplomat di Timur Tengah untuk Mengungsi Imbas Meningkatnya Ketegangan Iran-AS

Langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan atas situasi keamanan yang tidak dapat diprediksi pasca pengerahan militer besar-besaran Amerika Serikat di wilayah tersebut.

0
Ilustrasi

Langkah evakuasi ini diambil di tengah pengerahan militer AS terbesar sejak perang Iran.

Kapal induk terbesar Angkatan Laut AS, USS Gerald R. Ford, telah bergerak menuju kawasan Timur Tengah, bergabung dengan kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln yang sudah berada di Laut Arab.

Puluhan pesawat tempur siluman juga dilaporkan telah mendarat di Israel.

Presiden AS Donald Trump dalam pidato Kenegaraannya di hadapan Kongres pada Selasa (24/2/2026) kembali menegaskan ancamannya terhadap Iran.

"Preferensi saya adalah menyelesaikan masalah ini melalui diplomasi. Tapi satu hal yang pasti, saya tidak akan pernah membiarkan negara pendukung teror nomor satu di dunia, dan mereka jelas-jelas seperti itu, memiliki senjata nuklir, tidak bisa membiarkan itu terjadi," tegas Trump.

Trump juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menjalani negosiasi dengan Iran, namun belum mendengar kata-kata kunci yang diharapkan.

"Kami tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," kata Trump.

Perundingan nuklir tidak langsung putaran ketiga antara Iran dan AS dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Swiss, pada Kamis (26/2/2026) waktu setempat. Perundingan ini dipandang sebagai upaya terakhir untuk meredakan ketegangan dan mencegah konflik terbuka di kawasan.

Menanggapi meningkatnya retorika AS, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengecam keras apa yang disebutnya sebagai propaganda ala Nazi Joseph Goebbels.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait