Beranda Internasional AS Ajukan Proposal 15 Poin ke Iran

AS Ajukan Proposal 15 Poin ke Iran

Proposal ini disampaikan melalui Pakistan sebagai negara perantara, dengan Pakistan menawarkan diri menjadi tuan rumah perundingan damai.

0
Ilustrasi

Di tengah upaya diplomatik ini, Iran memberikan sinyal pelonggaran di Selat Hormuz. Dalam catatan resmi kepada Dewan Keamanan PBB dan Organisasi Maritim Internasional (IMO), Iran menyatakan bahwa "kapal-kapal non-musuh" diizinkan melintas selama berkoordinasi dengan otoritas setempat.

Selat Hormuz merupakan jalur vital yang biasanya dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Jalur ini efektif ditutup sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang memicu guncangan harga bahan bakar global.

Trump menyambut positif langkah Iran tersebut.

"Itu adalah hadiah yang sangat besar, bernilai sejumlah uang yang sangat besar. Itu adalah hal yang sangat baik yang mereka lakukan," puji Trump.

Meski ada sinyal pelonggaran di Selat Hormuz, Iran menegaskan sikapnya. Juru bicara komando militer tertinggi Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi, menyatakan bahwa pertempuran akan terus berlanjut hingga kemenangan penuh.

Pernyataan ini tampaknya menepis klaim Trump bahwa Iran sedang mencari perdamaian.

Sementara itu, AS justru dilaporkan bersiap mengirim ribuan personel tambahan dari Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat ke Timur Tengah, memperkuat 50.000 tentara yang sudah bersiaga di wilayah tersebut.

Pakistan melalui Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyatakan kesiapannya menjadi mediator.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait